sportourism

Sejarah Situs Warungboto, Tempat Pemandian Raja Yogyakarta

DaerahKita 12/06/2019

Yogyakarta memiliki sejarah yang panjang. Karena itu banyak ditemui situs bersejarah di kawasan ini. Salah satunya adalah Pesanggrahan Rejawinangun atau yang lebih dikenal dengan sebutan Situs Warungboto. Situs ini tepatnya berada di Jalan Veteran Nomor 77, Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada sekitar tahun 90-an, situs Warungboto ini dikenal dengan sebutan Tuk Umbul yang berarti mata air yang menyembur ke atas. Di tempat ini dulunya memang merupakan pemandian dengan mata air di tengah tengah kolam. Airnya bening. Oleh warga sekitar, Tuk Umbul ini digunakan untuk mandi. Dari dokumentasi foto tahun 1935 seperti pada gambar di atas, kolam pemandian di Situs Warungboto ini terlihat ramai oleh warga yang mandi. Namun kini sudah airnya sudah tidak ada lagi. Sejak beberapa tahun lalu mata air ini perlahan lahan berkurang airnya, dan saat ini mata air itu sudah benar-benar kering.

bisniswisata
Bangunan Situs Warungboto atau Pesanggrahan Rejowinangun sebelum renovasi

Menilik sejarahnya, Pesangrahan Rejawinangun ini dibangun oleh Sultan Hamengku Buwana II (hidup pada tahun 1750 M - 1828 M) yang dikenal sangat menyukai dan membangun banyak pesanggrahan sejak diangkat menjadi Putra Mahkota Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Selama periode sebagai Putra Mahkota (1765 M – 1792 M) dirinya sudah mulai membangun beberapa pesanggrahan di antaranya Pesanggrahan Rejawinangun, Purwareja, Pelem Sewu, dan Reja Kusuma.

okezone
Sebelum renovasi, Situs Warungboto tampak terbengkalai, banyak tumbuhan liar

Pesanggrahan fungsinya adalah sebagai tempat peristirahatan keluarga kerajaan. Karena fungsinya berkaitan dengan kenyamanan dan ketenangan, pada umumnya pesanggrahan dilengkapi dengan taman, segaran, kolam, dan kebun. Uniknya, pesanggrahan-pesanggrahan yang dibangun tersebut menggunakan batu bata.

solopos
Pekerjaan pemugaran Cagar Budaya Situs Warungboto

Berdasarkan Babad Momana serta Serat Rerenggan dijelaskan bahwa Pesanggrahan Rejawinangun mulai dibangun pada tahun 1711 Jw (1785 M) yang merupakan karya sang Putra Mahkota yaitu KGPAA Hamengkunegara. Kemudian pada tahun 1792, Putra Mahkota tersebut naik tahta, bergelar Sri Sultan Hamengku Buwana II.



Di dalam Pesanggrahan Rejawinangun terdapat sumber air yang kemudian dibuat menjadi tempat peristirahatan sekaligus tempat pemandian bagi raja dan keluarganya.

panduanwisata
Bagian utara bangunan, tampak banyak ditumbuhi lumut

Ada dua bagian pesanggrahan, yakni sisi barat dan timur. Bangunan sisi barat merupakan kompleks bangunan berkamar dengan halaman berteras dan kolam pemandian yang airnya berasal dari mata air.

Kolam pertama berbentuk lingkaran berdiameter 4,5 meter dan bagian tengahnya memiliki sumber pancuran air atau umbul dengan kedalaman  0,5 meter. Sementara, kolam kedua berbentuk persgi panjang dengan ukuran sisi 10 meter x 4 meter dan kedalamannya 0.75 meter. Kedua kolam itu saling berhubungan.

postvnews
Para pekerja sedang memperbaiki Situs Warungboto

Situs Warungboto yang dibangun oleh Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat ini juga dilengkapi taman, mushola, dan kebun untuk kenyamanan dan ketenangan. Sayangnya, kemudian Situs Warungboto dibiarkan tidak terawat. Setelah berjalan waktu cukup lama, banyak bagian bangunan yang hancur dan berlumut . Gempa tektonik pada 27 Mei 2006 menyebabkan kerusakan parah pada sisa-sisa bangunan Situs Warungboto.

majalahburungpas
Pengerjaan perbaikan kolam pemandian di Situs Warungboto

Namun kondisi saat ini sudah jauh berbeda, setelah dilakukan perbaikan pada sisa bangunan yang ada. Pemugaran Situs Warungboto dilakukan dua kali. Pada 2009, dilakukan pemugaran di bagian pendapa. Pada 2015, dilakukan pemugaran kembali pada beberapa bagian. Pemugaran dilakukan untuk menyelamatkan Situs Warungboto yang merupakan cagar budaya berdasarkan UU RI No. 11 tahun 2010.



antarafoto
Perbaikan kolam pemandian dan dinding yang runtuh di Situs Warungboto

Pada 2016, Situs Warungboto oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta, diperbaiki pada bangunan tengahnya yang terdapat kolam, bangunan sayap sisi selatan, bangunan bertingkat sisi selatan dan pagar. Perbaikan Situs Warungboto memerlukan memerlukan waktu yang lumayan lama. Pekerjaannya cukup rumit dan tidak boleh ada kesalahan dalam pembangunannya, harus mengikuti gambar aslinya agar terjaga otentisitasnya. Bangunan yang cukup parah dibongkar dan yang masih kokoh diperbaiki saja.

indonesia-heritage
Pesanggrahan Rejowinangun atau Situs Warungboto tampak indah dan megah kembali setelah beberap kali pemugaran

Sebagai panduan, digunakan foto dan peta gambar rekonstruksi hasil pemetaan yang dilakukan Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Yogyakarta pada tahun 1982. Selain itu juga mengacu pada studi teknis terhadap Situs Warungboto yang telah dilakukan pada tahu 2007.

Setelah beberapa kali rehabilitasi, kini jika kita amati, bangunan asli Situs Warungboto dapat terlihat dari warnanya yang gelap atau hitam. Sedangkan, bangunan yang sudah dibongkar, warnanya tampak lebih terang. Pada 2017, Situs Warungboto mulai berfungsi sebagai tempat wisata layaknya Taman Sari Yogyakarta. Anda bisa lihat artikel Menikmati Eksotisme Arsitektur Klasik Jawa Di Situs Warungboto Yogyakarta untuk mengetahui lebih jauh, wisata seperti apa yang ditawarkan oleh Situs Warungboto ini.

Tags sejarah wisata liburan arsitektur bangunan
Referensi:
  • Sindonews.com
  • Wargajogja.net
  • Dari berbagai sumber






Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0