indonesiatera

Ernest Douwes Dekker (Danudirdja Setiabudi) Tokoh Pendiri Indische Partij

DaerahKita 26/11/2021

Tokoh yang satu ini bernama lengkap Ernest Eugene Francois Douwes Dekker. Beliau lahir pada 8 Oktober 1879 di Pasuruan, Jawa Timur. Douwes Dekker memiliki darah campuran Belanda, Jerman, Prancis, dan Jawa. Meskipun merupakan seorang keturunan (Indo), beliau tetap mengaku sebagai orang lndonesia dengan suku Jawa. Itulah yang dilakukannya sewaktu mendaftarkan diri untuk kuliah di Universitas Zurich, Swiss.

Danudirja menempuh pendidikan dasarnya di Pasuruan. Pertama-tama ia melanjutkan sekolahnya di Hogereburgerschool (HBS) atau pendidikan menengah umum zaman Hindia Belanda untuk orang Belanda, Eropa, dan elit pribumi di Surabaya. Kemudian, ia berpindah ke Gymnasium Koning Willem III School atau Kawedri, pendidikan menengah umum pertama yang berdiri di Batavia pada 15 September 1860.

Setelah menamatkan pendidikannya, beliau bekerja di perkebunan kopi di Malang. Namun, beliau berhenti karena adanya perlakuan kasar Belanda terhadap seorang buruh lndonesia. Setelah itu, beliau beralih profesi menjadi guru kimia. Jiwa petualangan membawa beliau ke Afrika Selatan sehingga terlibat Perang Boer (perang antara petani keturunan Belanda melawan lnggris). Beliau ditangkap dan ditahan di Srilanka. Setelah keluar dari tahanan beliau kembali ke Indonesia.

Di Indonesia beliau mendirikan Harian De Express. Kemudian tiga orang tokoh muda yang dijuluki Tiga Serangkai, terdiri dari Ernest Douwes Dekker, Soewardi Soerjaningrat (Ki Hadjar Dewantara), dan Tjipto Mangoenkoesoemo mendirikan Indische Partij (Partai Hindia) di Bandung, Jawa Barat, tanggal 25 Desember 1912. Ketika itu Indische Partij menjadi partai politik Hindia Belanda pertama yang memiliki 30 cabang dengan anggota sejumlah 7.300 orang.

Partai ini sangat anti-kolonial (anti penjajahan) dan bertujuan meraih kemerdekaan Indonesia. Beliau menganjurkan agar golongan Indo bersatu dengan penduduk Indonesia karena beliau yakin hanya dengan persatuan semua golongan, penjajahan dapat dihapuskan. Namun, pada 1913 Indische Partij dibubarkan oleh pemerintah Belanda. Setelah di penjara di Jakarta, beliau dipindah ke Suriname pada 1941, sementara Ki Hadjar Dewantara dan Tjipto Mangoenkoesoemo dibuang ke negeri Belanda. Setelah lima tahun di pembuangan, Douwes Dekker kembali ke Indonesia.

Setelah Perang Dunia II selesai, Douwes Dekker kembali ke lndonesia secara diam-diam dan ikut membantu perjuangan kemerdekaan. Kembalinya ke Indonesia dengan perubahan namanya menjadi Danudirdja Setiabudi. Nama itu diberikan oleh Bung Karno, yang pernah menjadi murid Douwes Dekker.

Dalam kabinet Sjahrir III beliau menjabat sebagai Menteri Negara dan penasihat delegasi Republik Indonesia dalam perundingan-perundingan dengan Belanda. Dalam Agresi Militer II beliau ditangkap Belanda dan dijebloskan ke dalam penjara.

Danudirdja Setiabudi wafat pada 28 Agustus 1950 di Bandung dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung. Pada 9 November 1961, berdasarkan Keppres 590/1961, pemerintah menobatkan Danudirja Setiabudi sebagai pahlawan. Nama Setiabudi diabadikan sebagai nama jalan di Bandung dan berbagai kota lain. Nama tersebut juga menjadi nama sebuah kecamatan di Jakarta Selatan.

Tags pahlawan sejarah nasional edukasi tokoh pendidikan sekolah pejuang biografi Hindia Belanda
Referensi:
  1. Buku Pahlawan-pahlawan Indonesia Sepanjang Masa, oleh Didi Junaedi, Indonesia Tera, 2014
  2. tirto.id
  3. www.kompas.com






Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0