wikimapia

Terowongan Kereta Api Tertua di Jawa Barat Bernama Terowongan Lampegan

DaerahKita 13/08/2019

Dengan kontur tanah yang tidak rata, banyak terdapat dataran tinggi, maka jalur kereta api di Jawa Barat terpaksa harus menembus bukit dan gunung di beberapa titik. Di antara beberapa terowongan yang ada, Terowongan Lampegan merupakan terowongan tertua yang ada di Jawa Barat, yang dibangun mulai tahun 1879 sampai 1882. Tulisan angka tahun pembuatan itu tertera pada pintu masuk terowongan kereta api yang terletak di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat tersebut. Terowongan berada di jalur kereta api antara Sukabumi dan Cianjur. Jalur ini awalnya memang dibangun untuk menghubungkan Batavia ke Bandung lewat Sukabumi dan Bogor.



Pembuatan terowongan ini terlaksana berkat kerjasama antara SS (Staats Spoorwegen) yaitu perusahaan kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda, dengan seorang pengusaha perkebunan di daerah Cianjur yang bernama Van Beckman. Pemilik perkebunan itu bersedia membantu Staats Spoorwegen dengan pertimbangan bahwa jalur kereta api akan mendukung pengangkutan hasil perkebunan seperti palawija hingga rempah-rempah. Untuk bisa mewujudkan jalur kereta itu, maka bukit Gunung Kancana di Desa Cibokor pun dibobol untuk dibangun terowongan. Van Beckman mengerahkan sejumlah pekerja untuk menggali perbukitan tersebut dari dua arah yang berlawanan hingga tersambung. Pada mulanya terowongan ini memiliki pajang sekitar 686 meter, namun akibat bencana alam, kini menjadi 415 meter. Di dalam terowongan terdapat cekungan yang dibuat khusus untuk tempat berlindung jika kereta api melintas.

Baca Juga:

sindonews
Kereta api KA Siliwangi melintasi Terowongan Lampegan, Cianjur

Ada beberapa versi dalam soal nama dari terowongan ini. Dari mulai mandor proyek Van Beckman yang selalu berteriak “Lamp pegang, Lamp pegang,” ketika hendak masuk ke dalam terowongan untuk memantau anak buahnya, hingga cerita tentang masinis kereta api yang pada masa itu selalu berteriak dalam bahasa Belanda, “Lampen aan! Lampen aan!” saat kereta melewati terowongan itu. Teriakkan itu bermaksud agar para pegawainya menyalakan lampu agar kondisi dalam kereta tidak gelap saat melintas dalam terowongan. Sementara itu, dalam bahasa Sunda, Lampegan merupakan nama dari sejenis tumbuhan kecil (Kamus Sunda-Indonesia (2011), disusun oleh R. Satjadibrata).



Sempat berstatus non-aktif yang disebabkan oleh rembesan air pada bagian atas terowongan, terowongan mengalami renovasi pada September 2000 sehingga jalur Sukabumi – Cianjur kembali terhubung. Namun, pada 12 Maret 2001, terowongan itu ambruk lagi, dan jalur Cianjur – Sukabumi kembali putus. Baru pada tahun 2010, setelah selesai direnovasi, terowongan tersebut kembali dibuka dan masih berdiri kokoh hingga kini.

Meski sempat tidak berfungsi, kini terowongan Lampegan diaktifkan kembali dan dilewati Kereta Api Siliwangi dengan rute Sukabumi-Cianjur, bahkan terhitung sejak 30 Juli 2019, KA Siliwangi diperpanjang rutenya hingga ke Stasiun Ciranjang. Selain menjadi terowongan khusus kereta api, nilai dan status sejarah Lampegan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Keheningan dan kesejukan akan segera terasa jika memasuki lorong gelap dengan iringan suara gemercik air tanah yang mengalir dan menetes dari dindingnya seperti di dalam gua.

Rute kereta api ke Cianjur ini menyimpan daya tarik wisata yang potensial. Selain pemandangan alamnya yang sangat bagus dan historis, Stasiun dan Terowongan Lampegan pun hanya berjarak 6 km dari situs megalitikum Gunung Padang yang sedang populer itu.

Tags kereta api sejarah transportasi wisata infrastruktur bangunan sipil
Referensi:
  1. tirto.id
  2. historia.id
  3. www.beritasatu.com
  4. wisatasia.com
  5. lifestyle.okezone.com


Video tentang Terowongan Kereta Api Tertua di Jawa Barat Bernama Terowongan Lampegan






Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0