rentaljogja

Menikmati Eksotisme Arsitektur Klasik Jawa Di Situs Warungboto Yogyakarta

DaerahKita 16/06/2019

Pesanggrahan Rejowinangun atau lebih dikenal dengan Situs Warungboto dulunya sempat terabaikan. Setelah lama dibiarkan terlantar, bangunan pesanggrahan runtuh sebagian dan ditumbuhi lumut. Kini perlahan situs yang dulunya tempat pemandian atau peristirahatan (pesanggrahan) Raja Yogyakarta mulai berubah kembali menjadi megah dan menawan, setelah melalui beberapa tahapan pemugaran dan rehabilitasi. Situs Warungboto memang merupakan cagar budaya yang harus dijaga kelestariannya berdasarkan UU RI No. 11 tahun 2010. Sejarah tentang situs ini bisa baca di artikel Sejarah Situs Warungboto, Tempat Pemandian Raja Yogyakarta.

Destinasi wisata yang telah dipugar ini memiliki daya tarik buat para penggemar wisata sejarah. Bentuk bangunannya yang berasitektur klasik seakan-akan membawa kita ke masa silam, saat pesanggrahan ini masih digunakan keluarga kerajaan. Secara umum, arsitektur bangunan Situs Warungboto mirip sekali dengan Taman Sari, termasuk dinding-dindingnya yang kokoh tebal dan lorong-lorongnya yang beratap lengkung. Bahkan, menyusuri lorong-lorong Situs Warungboto memberi sensasi yang tak jauh beda dari lorong-lorong di Taman Sari. Anda akan serasa dibawa ke masa lampau bagaimana bangunan pesanggrahan ini dipergunakan.

len-diary
Salah satu sisi luar kompleks Situs Warungboto

Kesamaan lain yang dimiliki Situs Warungboto adalah kolamnya. Walaupun tak seluas kolam di Taman Sari, tapi dua kolam di Situs Warungboto memiliki keunikannya tersendiri. Satu kolam bundar dengan sumber air di tengahnya, terhubung dengan satu kolam persegi yang lebih luas. Pada papan keterangan tertulis bahwa pada kolam yang berbentuk bulat, terdapat sumber air di tengahnya. Karena kedua kolam itu menyambung, kolam persegi dialiri air dari kolam yang berbentuk bulat.

 

Bangunan Situs Warungboto terbuat dari bata merah dan terdiri atas beberapa bagian. Di antaranya taman, segaran, kolam, kebun, dan mushalla agar sesuai fungsinya yang berkaitan dengan kenyamanan dan ketenangan. Kompleks pesanggrahan ini terdiri dari pagar keliling dan bangunan pesanggarahan.

kemendikbud
Tangga dan pintu menuju kolam pemandian

Ada dua bagian pesanggrahan, yakni sisi barat dan timur. Bangunan sisi barat merupakan kompleks bangunan berkamar dengan halaman berteras dan kolam pemandian yang airnya berasal dari mata air (umbul). Kolam pertama berbentuk lingkaran berdiameter 4,5 meter dan bagian tengahnya memiliki sumber pancuran air atau umbul. Sementara, kolam kedua berbentuk bujur sangkar dengan ukuran sisi 10 meter x 4 meter. Kedua kolam itu saling berhubungan.



Struktur bangunan yang unik dengan lorong-lorong, pintu dan jendela yang sebagian memiliki aksen lengkung pada bagian atasnya bergaya klasik, sangat tampak berbeda dengan bangunan modern. Maka tak heran saat ini situs Warungboto mulai banyak dikunjungi wisatawan. Mereka menjadikan situs ini sebagai lokasi foto-foto atau selfie, selain bangunannya unik, suasananya pun lengang, sehingga lebih leluasa mencari spot foto yang tepat. Selain sebagai tempat wisata, tempat ini kini juga sering dipergunakan untuk keperluan foto Pre-Wedding.

heyhotraveller
Salah satu bagian kompleks Situs Warungboto, Tampak tembok yang dibuat sangat tebal

Jika Anda tertarik berwisata dan foto-foto di situs Warungboto, tetap harus mentaati sejumlah aturan yang ada, yakni dilarang memanjat bangunan situs, harus menjaga kebersihan, dan dilarang mencoret-coret tembok situs. Pengunjung tidak dikenakan tarif masuk Situs Warungboto. Pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) selaku pihak yang mengelola hanya meminta pengunjung untuk menjaga kebersihan dan tidak menaiki dinding bangunan.

Situs Warungboto terletak di perbatasan antara Kelurahan Rejawinangun, Kecamatan Kotagede dengan Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di Jalan Veteran No. 77. Kawasan wisata bersejarah ini letaknya masih di dalam Kota Yogyakarta, sehingga tidak terlalu susah bagi wisatawan untuk menjangkaunya.

tribunnews
Lorong dan tangga di dalam kompleks Pesanggrahan Rejawinangun

Rute Menuju Situs Rejowinangun

Waktu tempuh menuju kawasan wisata ini sekitar 14 menit dengan jarak tempuh ± 6,5 km jika ditempuh dari pusat Kota Yogyakarta.

  • Pertama-tama, ambil jalan menuju selatan melewati Jalan Margo Utomo.
  • Kemudian ambil arah menuju Jalan Mataram.
  • Di perempatan pertama setelah Jalan Mataram berbeloklah ke arah kiri menuju Jalan Juminahan.
  • Melewati Jalan Ki Mangunsarkoro hingga bertemu ujung pertigaan jalan tersebut.
  • Berbeloklah ke kiri menuju Jalan Kusumanegara.
  • Lurus saja hingga menemukan perempatan jalan dengan bangunan Pabrik Sarihusada di kiri jalan.
  • Berbeloklah ke kanan pada perempatan tersebut menuju Jalan Veteran.
  • Di jalan ini Anda sudah dekat dengan Situs Warungboto.


Selanjutnya Anda bisa menanyakan lokasi dari Situs Warungboto kepada warga sekitar, karena letaknya berada di tengah perumahan warga dan belum ada penanda yang jelas yang mengarah ke kawasan wisata ini.

neolimastrans
Kolam saat terisi air

Harga Tiket Masuk Dan Jam Operasional Situs Warungboto

Waktu kunjungan ke Situs Warungboto adalah mulai pukul 06.00 –16.00 WIB. Untuk harga tiket masuk, Anda hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp 3.000,00/kendaraan. Akses jalan menuju kawasan wisata ini hanya satu arah, sehingga lebih mudah jika Anda menggunakan motor.

Serupa dengan wisata pesanggrahan lainnya seperti Taman Sari, Situs Warungboto pun sudah mulai kerap dikunjungi beberapa wisatawan lokal, walaupun belum terlalu ramai. Justru dengan kondisi yang masih cukup lengang ini Anda bisa lebih leluasa mengeksplorasi setiap bagian Situs Warungboto. Adapun fasilitas yang tersedia ada beberapa macam, seperti toilet, warung makan, dan lahan parkir kendaraan bermotor.

Tags wisata sejarah liburan arsitektur bangunan
Referensi: Dari berbagai sumber

Video tentang Menikmati Eksotisme Arsitektur Klasik Jawa Di Situs Warungboto Yogyakarta






Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0